BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Rendahnya setoran pengelolah parkir RSUD Luwuk kini menjadi sorotan. Pasalnya setoran sebesar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan dinilai tidak rasional ditengah tingginya jumlah pengunjung rumah sakit.
Anggota DPRD Kabupaten Banggai Herdiyanto Djiada mengatakan, pihak RSUD Luwuk perlu melakukan pembenahan terhadap cara pembayaran parkir, misalnya dengan menerapkan digitalisasi retribusi parkir.
“Ini penting agar setiap rupiah yang diberikan oleh masyarakat pengunjung rumah sakit, bisa tercatat dengan transparan,” kata politisi Gerindra itu.
Kata dia, apa yang disampaikan pihak RSUD Luwuk dalam rapat Bersama DPRD Banggai beberapa Waktu lalu memang tidak rasional, dimana setorannya hanya Rp1 juta hingga Rp1,5 juta saja per bulan.
“Jumlah pasien mengalami peningkatan, warga juga mengeluh soal mahalnya parkir. Kenapa bisa PAD nya jadi sangat rendah,” katanya.
Menurut dia, wajar jika publik menuntut keterbukaan dan pemeriksaan secara mendalam atas kondisi parkir di RSUD Luwuk yang kini menjadi perbincangan publik.
“Sudah sewajarnya jika publik ingin mengetahui kemana saja aliran dana kebocoran parkir di RSUD,” pungkasnya. (*)
(BB/03)









Discussion about this post