BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi menggelar roadshow kelembagaan bersama pemerintah daerah Kabupaten Banggai di Kecamatan Moilong, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama dan pembagian santunan anak yatim sebanyak 160 orang yang berasal dari 16 desa se Kecamatan Moilong, serta pemberian paket bingkisan untuk imam masjid dari 16 Desa se Kecamatan Moilong. Kegiatan tersebut dipusatkan di masjid Darussalam, Desa Slametharjo, Kecamatan Moilong.

Visnu Cekti Bhawono selaku Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, dalam kesempatan itu menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih JOB Tomori kepada masyarakat, yang selama ini telah memberikan dukungan dan suport dalam pelaksanaan tugas negara yakni memproduksi gas alam dari dalam perut bumi Kabupaten Banggai.
Kata dia, Kabupaten Banggai patut bersyukur karena dikaruniai oleh Allah SWT sumber daya alam yang besar, khususnya minyak dan gas bumi. Kata dia, dalam tiga tahun terakhir JOB Tomori memproduksi Migas cukup besar yakni mencapai nomor 6 terbesar di Indonesia.
Ia berharapa produksi Migas yang dihasilkan Kabupaten Banggai akan memberikan dampak bagi pembangunan di daerah. Kata dia, JOB Tomori secara kontraktual akan berakhir masa kerjanya pada tahun 2027 mendatang, dan produksi akan dilanjutkan oleh Pertamina.
“Hanya beda managemen saja, kerjanya tetap memprduksi Migas,” katanya.

Sementara itu, Wisnu Wardana mewakili SKK Migas Kalsul dalam kesempatan itu juga menyampaikan permohonan dukungan dari masyarakat da semua pihak atas kinerja usaha Hulu Migas di Kabupaten Banggai. Kata dia, usaha Hulu Migas dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional, yang juga akan memberikan dampak bagi kemajuan daerah Kabupaten Banggai.
SKK Migas menyadari wilayah Moilong dan Batui Selatan sebagai area projek Hulu Migas, merupakan wilayah dengan hamparan persawahan yang luas. Sehingga peran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan akan bersinergi dengan upaya menjaga ketahanan energi.
“Perlu ada kolaborasi dan kerjasama, dalam menjaga ketahanan pangan pada satu sisi dan ketahanan energi pada sisi lainnya,” tuturnya.
Wisnu mengungkapkan permohonan maaf jika selama berlansgungkan kegiatan industri Hulu Migas terdapat hal-hal yang mengganggu rutinias dari masyarakat. Hal itu dilakukan semata-mata untuk melaksanakan tugas negara dalam memproduksi Migas di tanah air.

Ia menyentil soal proyek Senoro Selatan yang selama ini sedang dibangun, namun dalam waktu dekat akan segera berakhir. “Kalau sudah selesai pembangunannya sudah tidak ada lagi alat berat yang lalu lalang,” tuturnya.
Semetara itu, bupati Banggai Amirudin, dalam sambutannya yang dibacakan oleh
Asisten II Bidang Ekonomi, Faisal Karim, menyampaikan bahwa Pemda Banggai tetap berkomitmen dalam mendukung kegiatan investasi khususya terhadap indsutri Hulu Migas di Kabupaten Banggai.
“Sektor hulu Migas sangat membantu pembangunan daerah. Tidak saja memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, namun juga membuka peluang tenaga kerja dan program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ia berharap setiap kegiatan industri Hulu Migas, selaras dengan program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, sehingga terus terjalin hubungan yang baik dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (*)
(BB/03)











Discussion about this post