Beritabanggai.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
    • Banggai
    • Banggai Kepulauan
    • Banggai Laut
  • Berita Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Video
facebook
youtube
  • Daerah
    • Banggai
    • Banggai Kepulauan
    • Banggai Laut
  • Berita Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Video
No Result
View All Result
Beritabanggai.com
  • BERANDA
  • BANGGAI
  • BANGKEP
  • BALUT
  • NASIONAL
tv
Home Daerah Banggai

Di Desa Piondo Program SJSP Tak Berkelanjutan, Penerima Mengaku Rugi

Berita Banggai by Berita Banggai
16 September 2024
0
Bekas kandang dalam program SJSP

Bekas kandang dalam program SJSP

ADVERTISEMENT

BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Kebijakan Pemda Banggai menyalurkan bantuan program bernama Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) patutlah diberi apresiasi. Sayangnya, program itu seolah tak ada niatan tulus mewujudkan perbaikan ekonomi masyarakat.

Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Ada beragam program dalam pemanfaatan lahan tersebut. Program ini tak lebih dari sejenis Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja, tak lebih.

Program SJSP ayam pedaging misalnya. Di sejumlah desa, warga yang menjadi penerima mengeluhkan program ayam pedaging. Meskipun mereka memang menerima bibit ayam beserta pakan berikut vitaminnya, tapi tak mencukupi kebutuhan konsumsi ayam pedaging.

Tak hanya sebatas itu masalahnya. Rupanya, Pemda Banggai tak membekali para penerima bagaimana cara beternak. Praktis, tak ada pelatihan maupun pendampingan. Akibatnya, ayam pedaging sebagian mati. Produksinya tak menjanjikan.

Penerima harus merogoh kocek sendiri untuk membeli pakan demi mencukupi kebutuhan ternak yang telah mereka terima.

Warda Desa Piondo, Kecamatan Toili Jaya, Murtam misalnya. Dia adalah salah satu penerima program SJSP ayam pedaging pada tahun 2023.

Dari program itu, Murtam menerima 30 ekor anakan ayam di pendistribusian pertama. Pendistribusian kedua, dia mendapatkan tambahan 20 ekor. Totalnya, 50 ekor anakan ayam.

Pakan dan vitamin juga diterimanya. Saat proses pemeliharaan, pakan yang diberikan tak mencukupi. Agar ayam ayam ternak itu tetap hidup, Murtam harus membeli pakan, yakni jagung giling. Namun, rupanya pakan yang diberikan tidak menambah berat badan ayam pedaging.

“Ada yang mati. Ada yang dijual mas, tapi kecil ukurannya. Ada pakannya khusus, kalau cuma jagung giling berat ayam tidak naik. Jual murah,” kata Murtam kepada media ini, pekan kemarin.

Kesulitan warga, karena tak ada pembeli. Ayam yang mereka ternak dijual tak sesuai harapan. “Dijual sama masyarakat sini. Kalau ada keluarga yang pesta, ya sudah jual saja. Meskipun harganya murah,” ungkapnya.

Juhariyah, warga Desa Piondo mengakui hal serupa. Rumah Murtam dan Juhariyah hanya bersebelahan jalan lingkungan. Juhariyah yang seorang janda itu mengajak pewarta ini ke belakang rumahnya. Di belakang rumahnya itulah kandang ayam Juhariyah berdiri.

Kandang itu sudah dijadikan sebagai gudang tempat penyimpanan barang–barang yang tak lagi digunakannya.
Kandang ayam berukuran 1 X 2,5 meter itu kata Juhariyah, dibikin sendiri.

“Kami diberikan pakan dan vitamin, tapi tidak cukup. Ya, kami beli lagi pak,” cerita Juhariyah sembari tersenyum.

Meskipun hasil produksi ayam pedaging yang ia ternak tidak mendapatkan keuntungan, tapi Juhariyah masih tetap bersyukur.

“Mau gimana lagi mas,” ketusnya.

Para penerima itu mendapatkan 25 Kg pakan dan vitamin. Walaupun Juhariyah mengaku merawatnya dengan baik, tapi tetap saja ada yang mati.

“Punya saya itu kan dapat 50 ekor, mati 10. Jadi tersisa 40 ekor. Pakannya tidak cukup, saya beli lagi jagung Rp500 ribu,” ungkapnya.

Dengan wajah sumringah, Juhariyah mengaku, tak ada untungnya sama sekali. Baik Murtam maupun Juhariyah mengakui, mereka tidak mendapatkan pelatihan khusus atau pendampingan cara beternak ayam pedaging.

Mereka hanya diberikan arahan sekali di momen menerima bibit ayam. Selebihnya, mereka berjuang sendiri.

Mereka tak dapat melanjutkan program ternak ayam pedaging, karena tak memiliki modal. Harapan, produksi ayam pedaging dapat dijadikan modal, tak bisa diandalkan.

Dari keterangan warga setempat bahwa di wilayah Kecamatan Toili dan sekitarnya terdapat banyak peternak ayam pedaging. Proses peternakannya jauh lebih profesional.

Warga tak punya keahlian dalam hal beternak ayam pedaging. Berbeda ketika bantuan itu di sektor pertanian atau perkebunan, sudah dapat dipastikan akan dapat terkelola dengan baik. Sebab, masyarakat setempat adalah petani dan pekebun. (*)

 

(bb/03)

Tags: Desa PiondoProgram SJSP
ADVERTISEMENT

BERITATERKAIT

Punya Kilang Gas Namun Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banggai Hampir Terendah se Sulteng

by Berita Banggai
3 Mei 2026
0

  BERITABANGGAI.COM, LUWUK-Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai tahun 2026 menjadi sorotan lantaran menempati posisi ke 12 dari 13 kabupaten kota yang...

Putusan PTUN Diabaikan, Budi Desak DPRD Sulteng Bawa Kasus Kades Banggai ke DPR RI

by Berita Banggai
3 Mei 2026
0

  BERITABANGGAI.COM, LUWUK- DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melalui Komisi I telah mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 4 Mei 2026...

Ketimpangan dan Buruh Banggai Yang Terabaikan

by Berita Banggai
1 Mei 2026
0

  HARI  Buruh Internasional (May Day) merupakan hari monumental, bukan sekedar sesuatu yang terberi namun sebuah perjuangan panjang yang penuh...

JOB Tomori Raih 2 Penghargaan Internasional Terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

by Berita Banggai
1 Mei 2026
0

  BERITABANGGAI.COM, BANGKOK - JOB Tomori kembali menorehkan prestasi di kancah International dengan meraih 2 penghargaan pada ajang The 18th...

Hadiri RDP Komisi III DPRD Banggai, JOB Tomori Sampaikan Program Pengembangan Masyarakat

by Berita Banggai
1 Mei 2026
0

  BERITABANGGAI.COM, LUWUK - JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD...

Dinkes Banggai Siapkan Puskesmas Baru untuk Layani Warga Toili

Dinkes Banggai Siapkan Puskesmas Baru untuk Layani Warga Toili

by Berita Banggai
29 April 2026
0

    BERITABANGGAI.COM, TOILI —Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai merespons harapan Bupati Banggai terkait pembentukan puskesmas di Kecamatan Toili, menyusul pemekaran...

Next Post

Pemprov Sulteng Akan Tunjuk Penjabat Bupati Banggai Pada 25 September 2025

Jalan Rusak Tak Ada Perbaikan, Warga Bantayan Akhirnya Tutup Jalan

Discussion about this post

Punya Kilang Gas Namun Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banggai Hampir Terendah se Sulteng

by Berita Banggai
3 Mei 2026
0

Putusan PTUN Diabaikan, Budi Desak DPRD Sulteng Bawa Kasus Kades Banggai ke DPR RI

by Berita Banggai
3 Mei 2026
0

Ketimpangan dan Buruh Banggai Yang Terabaikan

by Berita Banggai
1 Mei 2026
0

JOB Tomori Raih 2 Penghargaan Internasional Terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

by Berita Banggai
1 Mei 2026
0

Pos-pos Terbaru

  • Punya Kilang Gas Namun Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Banggai Hampir Terendah se Sulteng
  • Putusan PTUN Diabaikan, Budi Desak DPRD Sulteng Bawa Kasus Kades Banggai ke DPR RI
  • Ketimpangan dan Buruh Banggai Yang Terabaikan
  • JOB Tomori Raih 2 Penghargaan Internasional Terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
  • Hadiri RDP Komisi III DPRD Banggai, JOB Tomori Sampaikan Program Pengembangan Masyarakat
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Media siber
  • Kebikalan Privacy
MEDIA NETWORK

© 2022 BERITABANGGAI.COM

No Result
View All Result
  • Daerah
    • Banggai
    • Banggai Kepulauan
    • Banggai Laut
  • Berita Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Kesehatan

© 2022 BERITABANGGAI.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In