BERITABANGGAI.COM, LUWUK-Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai tahun 2026 menjadi sorotan lantaran menempati posisi ke 12 dari 13 kabupaten kota yang ada di Sulawesi Tengah. Nyaris menjadi juru kunci. Padahal, daerah ini dikenal dengan penghasil Migas dengan kehadiran industri pengolahan gas sekelas PT.Donggi Senoro LNG (DS-LNG).
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai dilaporkan hanya 3,78 persen dari sebelumnya yang tumbuh 3,63 persen. Banggai hanya berada di urutan ke 12 dari 13 kabupaten dan kota yang ada di Sulteng.
Kehadiran Donggi Senoro LNG selaku industri pengolahan Migas di Kabupaten Banggai, tidak memberi efek bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulteng, seperti Morowali dan Morowali Utara, yang memiliki indsustri pengolahan nikel, dua daerah tersebut justru tercatat pertumbuhan ekonominya cukup baik hingga 19,97 persen untuk Morowali Utara dan 10,81 persen untuk Morowali.
Sebetulnya, investasi di Kabupaten Banggai terbilang cukup tinggi. Bahkan pada tahun 2026 dilaporkan naik hingga 829 persen.
Meskipun realisasi investasi melonjak tinggi, laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banggai masih berada di angka 3,78 persen atau peringkat 12 kabupaten/kota se-Sulteng). Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi langsung di masyarakat.
“Harusnya investasi yang tinggi ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi,” kata Anggota DPRD Banggai, Lutfi Samaduri, saat rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban BUpati tahun 2025, yang dilaksanakan DPRD Banggai, pekan lalu.
Salah satu investasi yang cukup besar di Kabupaten Banggai adalah industri pegolahan gas yang dioperasikan oleh PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG).
DSLNG mengoperasikan kilang LNG single train dengan kapasitas produksi sekitar 2,1 juta ton LNG per tahun. Kilang ini mengolah gas alam dari lapangan Senoro dan Matindok menjadi LNG dan kondensat, yang didistribusikan untuk ekspor dan kebutuhan domestik.
Dikutip dari investortrust.id pada Sabtu (11/4/2026) lalu, pihak PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menetapkan target produksi 2026 sebesar 2,1 juta ton. Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, menyebut hingga kuartal I 2026, realisasi pengiriman kargo masih sesuai dengan yang direncanakan. Untuk pasar ekspor, DSLNG telah mencatatkan pengiriman sekitar 8 hingga 12 kargo.
Jika melihat performa operasional tahun sebelumnya, kilang DSLNG tercatat mampu memproduksi sekitar 40 hingga 41 kargo LNG. Dari total tersebut, DSLNG mengalokasikan delapan kargo untuk pasar domestik, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pasar ekspor guna memenuhi kontrak jangka panjang. Itulah mengapa daerah ini dikenal dengan daerah penghasil gas. (*)
(BB/03)











Discussion about this post