BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Organisasi buruh dan mahasiswa Kabupaten Banggai gelar Dialog Ketenagakerjan di momentum Hari Buruh Internasional, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Plt. Kepala Dinaskertrans Banggai, Welly Ismail, perwakilan UPT. Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah II, akademisi Isnanto Bidja hingga perwakilan serikat buruh turut menjadi pemantik dalam diskusi yang dilakukan di Coffe Time, Kelurahan Karaton kecamatan Luwuk.
“Ini merupakan momentum May Day dan kami turut merayakan dengan melakukan diskusi bersama buruh dan mahasiswa Banggai” Kata Rikhat Reki, selaku perwakilan buruh.
Dalam diskusi itu, sejumlah buruh dan mahasiswa turut membeberkan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Banggai.
Mulai dari isu perlindungan tenaga kerja, pengawasan ketenagakerjaan, hingga kesejahteraan buruh menjadi topik utama yang dibahas.
Sementara itu, pihak Dinaskertrans dan Wasnaker mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawal isu-isu ketenagakerjaan.
Mereka berharap adanya sinergi dalam pengawasan serta pelaporan pelanggaran guna menciptakan iklim kerja yang lebih adil dan kondusif di daerah
Tak sampai disitu, moderator, Embi Karim yang juga merupakan pekerja berharap kegiatan in tidak berhenti sebatas ruang diskusi, tetapi bertransformasi menjadi gerakan kolektif yang progresif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara buruh, mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat untuk mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada keadilan dan kesejahteraan pekerja” Kata Embi.
Lebih dari itu, Lanjut Embi, forum ini diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret, mulai dari penguatan pengawasan, advokasi hak-hak buruh, hingga peningkatan kesadaran hukum yang berdampak langsung bagi kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Banggai.
“Dengan semangat May Day, sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem kerja yang inklusif, adil, dan berdaya saing di masa depan” tutup pembawa acara.
Kegiatan ini di inisiasi oleh BEM Hukum Untika, BEM Fisip Untika, BEM Universitas Tompotika, Serikat buruh FNPBI Banggai, F-SP2KB, SP-BBS, GMNI, SMI, serta LMND Kabupaten Banggai. (*)
(BB/03)











Discussion about this post