BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Pemerintah daerah Kabupaten Banggai melalui Dinas PUPR diharapkan segera melakukan perbaikan jembatan yang menjadi penghubung aktivitas produksi perkebunan bagi warga Desa Lauwon dan Desa Indangsari di Kecamatan Luwuk Timur.
Pasalnya terdapat dua buah jembatan yang ada di ruas jalan kantong produksi tersebut kini kondisinya rusak berat dan dikuatirkan membahayakan warga. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu satunya akses menuju perkebunan masyarakat.
Jalan tersebut sebetulnya menghubungkan Desa Lauwon di Luwuk Timur dengan Desa Kamumu di Luwuk Utara. Namun disepanjang jalan tersebut terdapat area perkebunan produktif milik warga Desa Lauwon dan Desa Idang Sari. Sehingga, jalan tersebut lebih digunakan sebagai jalan kantong produksi.
Saat ini kondisi kedua jembatan yang ada di ruas jalan itu dalam kondisi rusak parah. Bahkan satu diantaranya sudah tidak dapat dilalui, dan kendaraan yang melewati jalan tersbebut harus turun ke sungai. Namun untuk 1 unit jembatan lainnya, tidak ada akses lain kecuali harus menyeberangi jembatan tersebut.
Sementara itu kondisi jembatan tersebut sudah rusak parah,dimana lantai jembatan yang berbahan kayu tampak sudah lapuk. Begitu juga dengan rangka gelagar yang meski berukuran besar namun kondisinya sudah lapuk.
Wakil Ketua BPD Desa Lauwon, Pramono Lambage, yang ditemui dalam Musrembang RKPD tahap I di Kecamatan Luwuk Timur, Kamis (12/2/2026) menjelaskan, jalan tersebut menjadi satu satunya akses menjuju perkebunan produktif warga.
Menurut dia jembatan tersebut sebetulnya baru dua tahun terakhir dibangun, namun kondisinya sudah rusak akibat kualitas bahan kayu yang digunakan tidak baik.
“Itu baru dua tahun dibangun. Tapi karna kayunya tidak bagus sekarang sudah lapuk. Kami berharap bisa segera diperbaiki karena menjadi satu-satunya jalan warga,” kata Pramono.
Ia menjelaskan, jika melewati jalan itu maka warga hanya membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit saja sudah sampai di area perkebunan. Namun jika jalan itu putus, maka warga harus memutar melalui Desa Bunga menuju Desa Kamumu dan berbelok ke arah perkebunan tersebut dengan waktu 1 hingga 1,5 jam.
“Kalau jembatan itu putus, maka kami harus memutar lewat Desa Bunga, dan itu jauh sekali,” katanya.
Pramono mengatakan Desa Lauwon dan Indang Sari dikenal dengan desa penghasil Kedelai yang cukup besar di Kabupaten Banggai. Dan produksi itu dilakukan melalui akses jalan tersebut. (*)
(BB/03)













Discussion about this post