BERITABANGGAI.COM, MASAMA – Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air bersih yang memadai menjadi salah satu faktor penting di dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Di Kecamatan Masama Kabupaten Banggai, permasalahan pelayanan air bersih hingga saat ini masih menjadi permasalahan serius. Pasalnya, distribusi air bersih belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat.
Memasuki bulan suci Ramadhan keluhan soal air bersih kembali mencuat, menyusul macetnya distribusi air bersih yang sudah terjadi hampir sebulan terakhir. Air bersih di Masama biasanya berjalan lancar, namun hampir sebulan terkahir kondisinya mulai terganggu.
Di beberapa desa, air hanya mengalir pada tengah malam saja, sedangkan pada siang hari air sama sekali tidak mengalir dan menyulitkan warga untuk beraktivitas.
Sebetulnya penanganan air bersih di Kecamatan Masama sudah menelan anggaran yang cukup besar hingga mencapai miliaran rupiah. Namun hasilnya belum bisa dinikmati dengan baik.
Sarana air bersih di Masama dibangun pada tahun 2014 silam dengan menelan anggaran sekira Rp6 miliar yang bersumber dari APBN, dengan menggunakan sumber mata air di Desa Simpangan. Sebelum itu, warga di Masama menggunakan air bersih yang bersumber dari Kecamatan Lamala, namun kondisinya jauh lebih buruk kala itu.
Meski sudah dibangun sarana air bersih pada tahun 2014, namun belum bisa dirasakan juga oleh masyarakat. Banyak pipa air yang bocor dan bak penampungan yang tidak terawat.
Pada tahun 2016 pemerintah daerah Kabupaten Banggai mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar melalui APBD, untuk peningkatan sarana dan prasarana khususnya pipa distribusi. Begitu juga pada tahun 2017 pemerintah daerah juga kembali mengalokasikan anggaran Rp181 juta juga untuk peningkatan sarana dan prasarana air bersih.
Tak hanya itu, pada tahun 2019 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air minum juga mengalokasikan anggaran Rp1 miliar yang dikucurkan melalui PDAM Kabupaten Banggai. Anggaran itu digunakan untuk pembenahan jaringan instalasi yang rusak dan memaksimalkan penyaluran ke ibu kota kecamatan.
Namun saat itu pelahanan air bersih masih tetap berjalan lambat. Sebagian warga sudah medapat akases layanan air bersih namun sebagian lainnya belum maksimal.
Pada tahun anggaran 2022 Pemda Banggai kembali mengalokasikan anggaran Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah senilai Rp900 juta dalam APBD. Begitu juga pada tahun 2024 Pemda Banggai kembali mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp1 miliar untuk jaringan air minum.
Meski telah menelan anggaran miliaran rupiah, namun pelayanan air bersih belum juga bisa dirasakan dengan baik oleh warga, terutama yang ada di desa desa di ibokota Kecamatan Masama.
Kondisi itu diduga akibat proyek proyek air bersih yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR di Kecamatan Masama hanya dikerjakan asal-asalan. Akibatnya banyak pipa yang bocor dan membuat pihak PDAM selaku pengelolah pelayanan air bersih kerepotan menangani kerusakan-kerusakan tersebut. (*)
(BB/03)











Discussion about this post