BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menargetkan 8 lapangan Migas dapat onstream pada tahun 2026. Salah satunya adalah lapangan Senoro Selatan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Proyek Lapangan Senoro Selatan adalah pengembangan migas strategis yang dikelola oleh JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 2.800 bph dan gas 110 MMSCFD. SKK menargetkan onstream lapangan tersebut pada 2026.
Jika telah aktif, lapangan Senoro Selatan akan memberikan kontribusi terhadap produksi Migas di tanah air, terutama dalam memenuhi target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi sebanyak 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030 mendatang.
Dalam sebuah rapat dengar pendapat bersama Komisi XII di DPR pada minggu kedua Februari 2026 lalu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan 8 lapangan migas tersebut berpotensi menambah produksi migas 2026 sebanyak 46.413 barel setara minyak per hari (boepd), dengan total capital expenditure (capex) sebesar US$478 juta.
“Tambahan produksi pada 2026 [dari 8 proyek] itu 8.200 barrel oil per day. Untuk gasnya 214 MMscfd,” kata Djoko sebagaimana dikutip dari bloombergtechnoz pada Kamis(5/3/2026).
Sejauh ini progres untuk pengembangan lapangan senoro selatan tersebut yang sudah dilakukan seperti pembebasan 52 bidang lahan yang telah diselesaikan oleh JOB Tomori untuk mendukung pengembangan proyek.
Selain itu pembangunan temporary facility atau fasilitas sementara sedang berlangsung untuk mendukung operasional tim di lapangan.
Kontraktor dalam proyek tersebut adalah Konsorsium PT Timas Suplindo dan PT Pratiwi Putri Sulung yang dikenal dengan KSO Timas Pratiwi. (*)
(BB/03)













Discussion about this post