BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Direktur RSUD Luwuk dr. Budianto Uda’a berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan parkir di RSUD Luwuk. Hal tersebut disampaikan dihadapan Komisi III DPRD Kabupaten Banggai, saat dilakukan rapat evaluasi PAD pekan lalu, Senin (6/4/2026).
dr Budi menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir pihak sedang melakukan evaluasi, apakah kerjasama dengan pihak ketiga yang mengelolah parkir tersebut bisa dilanjutkan atau tidak.
Dikatakan, evaluasi dilakukan lantaran terjadi penurunan pendapatan dari parkir, dimana setoran yang diberikan pihak pengelolah kepada RSUD hanya berkisar antara 1 juta hingga 1,5 juta per bulan.
“Dalam tiga bulan terakhir kami sedang melakukan evaluasi atas kondisi ini,” katanya dihadapan rapat Komisi III yang dipimpin oleh Suprapto.
dr Budi menjelaskan, pendapatan RSUD Luwuk terbesar sebetulnya berada pada klaim BPJS. Oleh karena itu pihaknya akan terus menggenjot sumber sumber lainnya selain dari BPJS. Kata dia, khusus BPJS pihaknya mengklaim hingga 9,5 miliar setiap bulan.
Untuk sumber pendapatan lain pihaknya juga akan bekerjasama dengan pihak lain, seperti institusi pendidikan, yakni Fakultas Kedokdteran Untad,dan Poltekes Kemenkes Sulteng melalui Prodi D3 Keperawatan di Luwuk, yang biasanya melakukan praktek di RSUD Luwuk.
“Ini semua akan memberikan dampak bagi PAD yang diterima RSUD Luwuk,” katanya.
Seperti diketahui, masalah pengelolaan parkir di RSUD Luwuk telah menjadi sorotan publik, menyusul maraknya keluhan masyarakat soal pengenaan tarif parkir saat keluar masuk kendaraan di RSUD Luwuk tersebut. (*)
(BB/03)













Discussion about this post