BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Warga Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai menggelar aksi protes terhadap kebijakan pelarangan membuka lapak Ramadhan di sepanjang jalan Urip Sumorharjo Kelurahan Jole, Selasa (17/2/2026).
Warga mengaku keberatan dengan sikap Satpol PP Kabupaten Banggai yang datang melarang membuka lapak penjualan jajaran berbuka puasa di kawasan itu. Menurut mereka, aktivitas penjualan jajanan buka puasa tidak bisa dilarang atau dialihkan ke tempat lain, karena berlangsung dari tahun ketahun.
Akibat protes terhadap kebijakan itu, warga melakukan aksi pembakaran ban bekas di jalan poros tersebut dan membuat kemacetan kendaraan.
“Tuntutan warga disini cuma satu, izinkan membuka lapak disini seperti biasanya,” tutur Warga.
Setelah beberapa saat berlangsungnya aksi protes, Plt Camat Luwuk Selatan, Muhammad Taufan Pawata datang menemui warga yang melakukan aksi. Namun kedatangan camat tidak dapat meredam aksi karena camat tidak dapat mengambil keputusan soal keinginan warga untuk membuka lapak.
Dihadapan warga, Muhammad Taufan Pawata menjelaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud melarang berjualan. Pemerintah hanya mengatur agar lebih baik, dengan menempatkan para penjual jajanan menu berbuka puasa pada satu tempat yang sudah disiapkan.
Warga menyesalkan sikap Camat Luwuk Selatan tersebut, menurut warga jika ada kebijakan yang dilakukan terkait lapak Ramadhan, harusnya dilakukan dengan mengundang warga untuk membicarakannya terlebih dahulu.
Karena tidak mendapat solusi, warga akhirnya menutup secara total ruas jalan Urip Sumoharjo dan tidak dapat dilalui lagi oleh kendaraan. Akibatnya, jalan utama menuju Simpong dan Maahas tersebut tertutup total dan kendaraan harus melewati jalur pantai di pesisir Jole dan Simpong.
Setelah terjadi penutupan total jalan Urip Sumoharjo, membuat pemerintah daerah turun tangan. Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ramli Tongko akhirnya datang menemui warga dan menyampaikan informasi soal dibolehkannya membuka lapak Ramadhan di sepanjang jalan Urip Sumoharjo seperti tahun tahun sebelumnya.
Setelah informasi tersebut disampaikan Ramli Tongko, warga akhirnya membuka akses jalan yang ditutup dan mulai membangun lapak lapak jualan untuk persiapan menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Untuk diketahui, ruas jalan Urip Sumoharjo di Kelurahan Jole, memang menjadi salah satu titik penjualan takjil yang kerap menjadi lokasi cukup ramai pada siang hingga sore hari di Luwuk. (*)
(BB/03)











Discussion about this post