BERITABANGGAI.COM, LUWUK – Proyek pembangunan Stadion Kolam Renang senilai Rp15 miliar melalui APBD Kabupaten Banggai tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai, Wadani Murad.
Wardani menemukan indikasi buruknya kualitas proyek yang berlokasi di Kawasan GOR Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara tersebut, setelah dirinya melakukan kunjungan Reses di lokasi proyek pada Kamis (7/5/2026).
Meski baru beberapa bulan bangunan dirampungkan, namun Wardani menemukan keretakan pada pipa besi medium tepatnya di lantai 2 bagian belakang tribun. Tidak hanya itu, atap tribun pun roboh diterpa angin kencang.
Wardani menemukan pipa besi tersebut digunakan sebagai tiang penyanggah atap tribun. Saat angin kencang, atap roboh dan pipa pun menjadi retak.
Atas kondisi itu, pihak pelaksana proyek segera mengubah design atap dari yang melengkung menjadi datar disertai pemasangan pilar. Perubahan desain ini untuk meminimalkan tangkapan angin.
Disela-sela kunjungan Reses itu, Wardani mempertanyakan kualitas bahan yang digunakan kepada PPK dan Pelaksana Proyek yang turut serta mendampinginya.
Bagi dia, kualitas sebuah proyek tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau megahnya hasil akhir. Melainkan ditentukan dari mutu bahan yang digunakan sesuai standar tekhnis.
“Tidak boleh ada detail yang dianggap sepele. Retakan pada pipa bisa menjadi tanda lemahnya pengawasan, dan bahan tidak sesuai standar,” katanya.
Berangkat dari hal tersebut, ia meminta kepada pelaksana proyek agar lebih teliti, sehingga hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Hal-hal kecilpun harus diperhatikan. Sebab dari hal kecil itulah lahir ketahanan, keamanan, dan kepercayaan publik terhadap sebuah pekerjaan,”tegasnya.
Tidak hanya itu, Wardani juga menyoroti bangunan lantai 1 yang tampak basah. Ini disebabkan kondisi atap yang dinilai terlalu pendek pada lantai 2. Praktis, saat musim penghujan, air masuk menembus ke lantai 1.
“Mohon di perhatikan, kebersihan pada lantai satu yang kelihatan kotor. Juga ada genangan aair,” pintanya.
Kepada media ini, pelaksana proyek Wayan mengatakan, bahan yang digunakan sudah sesuai standar yang berlaku. Iapun berjanji segera mengganti pipa besi medium yang retak. Begitupun soal genangan air di lantai satu. Hal ini dilakukan dengan memasang atap berukuran panjang, sehingga air tidak menembus lantai bawah.
“Atap yang kami gunakan saat ini hanya darurat saja. Akan kami pasang yang lebih panjang, sehingga air tidak tembus ke lantai 1, pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan Kolam Renang ini dilakukan dua tahap. Pada tahap I dianggarkan melalui APBD tahun 2025 senilai Rp15 miliar, dengan kontraktor pelaksana adalah PT Yeros Alam Harmoni. Pemda Banggai juga menganggarkan Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan Venue Kolam Renang tahap 1 senilai Rp1.022.000.000.
Dan untuk tahap II diangarkan melalui APBD 2026 senilai Rp14,99 miliar. (*)
(BB/030













Discussion about this post